Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
15 Jun 2026 34 pembaca ADMIN PSC 119

Tanggap Cepat Pagi Buta, PSC 119 Kabupaten Tangerang Evakuasi Pasien Gagal Ginjal ke RS Hermina Bitung

​TANGERANG – Komitmen pelayanan prima dan respons cepat terus ditunjukkan oleh UPTD Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Pada Senin dini hari (15/06/2026), tim PSC 119 berhasil melakukan penanganan dan rujukan pra-hospital terhadap seorang pasien lansia dengan riwayat medis kompleks di wilayah Bojong, Kecamatan Cikupa.

​Laporan darurat diterima petugas pada pukul 04.10 WIB mengenai kondisi Tuan HB (65), yang mengalami sesak napas berat selama tiga hari terakhir. Selain sesak, pasien juga mengeluhkan penurunan nafsu makan serta belum buang air besar (BAB) selama dua hari. Berdasarkan rekam medis keluarga, pasien memiliki riwayat penyakit gagal ginjal serta pernah menjalani tindakan trakeostomi pada tahun 2016 lalu.

​Setibanya di lokasi, tim medis PSC 119 langsung melakukan pemeriksaan fisik secara intensif. Pasien diduga mengalami eksaserbasi akibat kondisi Chronic Kidney Disease (Susp. CKD) atau gagal ginjal kronis. Tim medis di lapangan segera memberikan penanganan awal  sebelum akhirnya mengevakuasi pasien dengan ambulans PSC 119 menuju RS Hermina Bitung untuk mendapatkan penanganan spesifik lebih lanjut.


​Kepala UPTD PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Dina Mailina, memberikan apresiasi atas kesigapan tim di lapangan sekaligus memberikan edukasi penting bagi masyarakat terkait penanganan pasien dengan penyakit kronis.

​"Kami di PSC 119 selalu siaga 24 jam penuh untuk merespons kondisi darurat medis masyarakat Kabupaten Tangerang, termasuk di waktu-waktu krusial seperti dini hari. Kasus Tuan Hasan Basri ini menjadi contoh betapa pentingnya penanganan pra-hospital yang cepat dan tepat untuk mencegah perburukan kondisi pasien kronis," ujar dr. Dina.

​Lebih lanjut, dr. Dina memberikan edukasi medis yang mendalam mengenai kondisi gagal ginjal. Beliau menjelaskan bahwa gejala sesak napas pada penderita gangguan ginjal sering kali dipicu oleh penumpukan cairan di dalam tubuh (overload cairan), termasuk di paru-paru, akibat fungsi filtrasi ginjal yang menurun. Kondisi ini bisa diperberat oleh gangguan metabolisme lain, seperti konstipasi atau penurunan nafsu makan yang dialami pasien.

​"Bagi keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat penyakit kronis seperti gagal ginjal atau pasca-trakeostomi, kami mengimbau untuk sangat disiplin dalam memantau jadwal cuci darah, pembatasan asupan cairan harian, serta konsumsi obat-obatan. Jangan menunggu kondisi pasien sangat kritis atau sesak hebat baru mencari pertolongan," tegasnya.

​Sebagai langkah promotif, dr. Dina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan ambulans gawat darurat gratis dari pemerintah daerah.

​"Jika melihat atau mengalami kegawatdaruratan medis di rumah maupun di jalan, segera hubungi Call Center PSC 119 Kabupaten Tangerang. Kami siap memberikan pertolongan pertama medis di tempat dan memfasilitasi rujukan aman ke rumah sakit tujuan. Mari bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Tangerang yang sehat, tanggap, dan peduli sesama," pungkas dr. Dina.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.