Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
29 May 2026 24 pembaca ADMIN PSC 119

PSC 119 Kabupaten Tangerang Respons Cepat Evakuasi Pasien Pasca-Operasi yang Mengalami Dehidrasi

​TANGERANG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang kembali menunjukkan komitmen pelayanan cepat tanggap darurat medis prahospital (sebelum tiba di rumah sakit). Pada Jumat (29/5), tim medis PSC 119 berhasil mengevakuasi Ny. D (24), seorang warga Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, yang membutuhkan penanganan medis segera akibat dehidrasi.

​Pasien yang diketahui memiliki riwayat operasi pembuatan lubang buatan untuk BAB di perut (kolostomi) sekitar satu bulan lalu, mengeluhkan buang air besar (BAB) cair berampas yang tidak kunjung berhenti sejak malam hari. Akibat kondisi tersebut, pasien mengalami lemas, mual, hingga muntah sebanyak dua kali, bahkan sampai harus mengganti kantung stomanya sebanyak 10 kali dalam waktu singkat.

​Mendapat laporan tersebut, tim PSC 119 langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien didiagnosis mengalami disentri yang memicu dehidrasi sedang.

​Sebagai tindakan penyelamatan pertama di lokasi, tim medis langsung memberikan pertolongan pertama berupa pemberian cairan infus untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, serta menyuntikkan obat untuk meredakan mual dan muntah pasien. Setelah kondisinya dipastikan stabil untuk mobilisasi, Ny. D langsung dirujuk dengan aman ke Rumah Sakit Dr. Sitanala guna mendapatkan perawatan lanjutan.


​Edukasi Kepala UPTD PSC 119 : Pentingnya Jaga Kebersihan dan Kenali Tanda Dehidrasi

​Menanggapi kejadian ini, Kepala UPTD PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Dina Mailina, memberikan penjelasan yang informatif sekaligus edukatif bagi masyarakat umum. Beliau menekankan bahwa kasus infeksi pencernaan seperti disentri sangat rawan memicu kondisi fatal jika terlambat ditangani.

​"Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare parah. Bagi pasien yang memiliki riwayat medis khusus seperti kolostomi, kehilangan cairan tubuh secara drastis seperti ini sangat berbahaya. Tubuh bisa dengan cepat jatuh ke dalam kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan," ujar dr. Dina.

​Beliau juga membagikan langkah-langkah penting bagi masyarakat untuk mencegah dan menangani gejala awal penyakit serupa melalui pendekatan Promotif (Pencegahan) dan Edukatif (Penanganan).

​Pencegahan Utama (Promotif) : Selalu terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet. Jaga kebersihan makanan dan pastikan air minum yang dikonsumsi benar-benar matang serta higienis.

​Kenali Gejala Dehidrasi : Jika diri sendiri atau keluarga mengalami diare disertai mual muntah, perhatikan tanda-tanda dehidrasi sedang seperti tubuh terasa sangat lemas, mata cekung, rasa haus yang ekstrem, urin berwarna pekat, atau frekuensi buang air kecil yang menurun.

​Pertolongan Pertama : Jangan tunggu sampai lemas. Segera berikan cairan oralit atau air putih yang cukup di rumah sebagai langkah awal pengganti cairan yang hilang.

​"Jika kondisi diare dan muntah tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk segera meminta bantuan medis. Masyarakat Kabupaten Tangerang dapat menghubungi layanan darurat PSC 119 kapan saja. Kami siap memberikan penanganan prahospital dan membantu proses rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat secara cepat dan tepat," pungkas dr. Dina.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.