Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
18 May 2026 17 pembaca ADMIN PSC 119

Aksi Cepat PSC 119 Kabupaten Tangerang Evakuasi Kakek di Balaraja yang Alami Sesak Napas Akibat Putus Obat TB

​Tangerang – Tugas kemanusiaan tidak mengenal hari libur. Pada Minggu (17/5), tim medis UPTD PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang kembali bergerak cepat menyelamatkan warga. Kali ini, petugas medis bergegas menuju wilayah Balaraja setelah menerima laporan darurat mengenai seorang kakek berusia 62 tahun, Tn. A, yang mengalami sesak napas parah dan lemas hingga tidak bisa berjalan.

​Menurut laporan di lapangan, kondisi Tn. A memang cukup kompleks. Selain mengeluhkan sesak napas, beliau juga batuk berdahak namun kesulitan untuk mengeluarkannya. Ditambah lagi, sudah sejak kemarin beliau tidak nafsu makan dan perutnya terasa sakit karena sulit Buang Air Besar (BAB). 

Berdasarkan riwayat kesehatannya, sang kakek sebenarnya baru seminggu keluar dari rumah sakit, memiliki riwayat penyakit jantung, dan sempat terhenti dari pengobatan TBC (Tuberkulosis) pada bulan kelima.


​Melihat kondisi darurat tersebut, tim medis PSC 119 yang tiba di lokasi langsung melakukan tindakan penyelamatan pertama. Mengingat kadar oksigen dalam tubuh pasien sempat turun, petugas langsung memasang masker oksigen dan mengatur posisi duduk pasien agak tegak (setengah duduk) agar dadanya terasa lebih lapang dan napasnya kembali lega.

​Setelah kondisi Tn. A mulai stabil dan pasokan oksigennya membaik, tim ambulans PSC 119 langsung mengevakuasi beliau ke rumah sakit rujukan agar bisa ditangani lebih lanjut oleh dokter spesialis.


​Kepala UPTD PSC 119 Kabupaten Tangerang, dr. Dina Mailina, memberikan penjelasan penting yang wajib menjadi perhatian kita semua, terutama mengenai kedisiplinan dalam berobat :

​"Kasus yang dialami Tn. A ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Penyakit TBC itu obatnya wajib diminum rutin sampai tuntas dan tidak boleh putus di tengah jalan. Jika berhenti sebelum waktunya—seperti kasus putus obat di bulan kelima ini—kuman TBC bisa mengamuk kembali dengan kondisi yang jauh lebih parah dan lebih sulit diobati, apalagi jika pasien punya riwayat sakit jantung," tegas dr. Dina.


​Beliau juga membagikan tips penting bagi masyarakat jika menghadapi situasi serupa di rumah :

​Pentingnya Pendamping Keluarga : Keluarga harus menjadi Pengawas Menelan Obat (PMO) yang cerewet dan memastikan anggota keluarga yang sakit TBC meminum obatnya setiap hari tanpa absen.

​Pertolongan Pertama Sesak Napas : Jika ada anggota keluarga yang sesak napas di rumah, jangan panik. Segera posisikan mereka dalam kondisi duduk atau bersandar (jangan dibiarkan telentang), lalu longgarkan pakaiannya.

​Hubungi PSC 119 : "Jika kondisi tidak membaik, segera hubungi layanan darurat PSC 119 Kabupaten Tangerang. Tim medis kami siap meluncur 24 jam gratis untuk memberikan pertolongan pertama di rumah dan membawa pasien dengan ambulans secara aman ke rumah sakit," pesan dr. Dina.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.