Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
18 Jul 2026 56 pembaca ADMIN PSC 119

Tingkatkan Kompetensi Driver Mobil Siaga Desa, UPTD PSC 119 Gelar Sosialisasi BHD dan Safety Driving di Kronjo

KRONJO, TANGERANG — Guna mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Tangerang di bidang kesehatan, UPTD Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan peningkatan serta penguatan kompetensi bagi seluruh stakeholder pengelola layanan ambulans desa dan kelurahan. Kegiatan bertajuk "Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pada Masyarakat" ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/7/2026).

Acara ini secara resmi dibuka oleh perwakilan Kecamatan Kronjo, Bapak Wahid Zulfikar, S.Sos selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kronjo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Dinas Kesehatan dan tim PSC 119 yang telah menyelenggarakan pelatihan krusial ini bagi garda kesehatan di tingkat desa.

Kegiatan pembekalan ini diinisiasi sebagai langkah nyata dalam menyukseskan program Talenta Unggul Generasi Sehat (Tunas) yang dicanangkan oleh Bupati Tangerang. Salah satu pilar utama dari program tersebut adalah penyediaan sarana dan prasarana pendukung kesehatan berupa Mobil Siaga Desa serta Puskesmas Keliling Kelurahan yang optimal dan responsif dalam melayani kebutuhan gawat darurat masyarakat di tingkat tapak.

Berbeda dengan sosialisasi kesehatan pada umumnya, pembekalan kali ini dirancang secara komprehensif. Khusus bagi para petugas atau driver mobil siaga desa, materi yang diberikan tidak terbatas pada teori Bantuan Hidup Dasar (BHD) semacam resusitasi jantung paru (RJP) saja, melainkan juga mencakup aspek krusial lainnya seperti teknik berkendara aman (safety driving) dan teknik evakuasi serta mobilisasi pasien secara tepat.


Kepala UPTD PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, *dr. Dina Mailina*, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesiapan mental dan keterampilan taktis bagi garda terdepan pelayanan kesehatan di desa.

 "Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesiapan mental dan keterampilan taktis bagi garda terdepan pelayanan kesehatan desa. Ketika terjadi kondisi darurat, waktu adalah penentu utama keselamatan. Melalui pembekalan BHD, kami mengedukasi masyarakat dan kader agar mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan benar sebelum bantuan medis lanjutan dari PSC 119 atau Puskesmas tiba di lokasi," ujar dr. Dina.

Lebih lanjut, dr. Dina Mailina menjelaskan alasan pentingnya materi tambahan berupa *safety driving* dan teknik evakuasi pasien bagi para pengemudi ambulans desa. Menurutnya, membawa pasien dalam kondisi kritis membutuhkan perlakuan khusus agar tidak memperparah cedera.

 "Seorang driver mobil siaga desa bukan sekadar pengemudi yang mengantar dari titik A ke titik B. Mereka adalah bagian penting dari sistem penanggulangan gawat darurat terpadu. Oleh karena itu, materi *safety driving* diberikan agar mereka tetap mengutamakan keselamatan lalu lintas saat membawa pasien, sementara teknik evakuasi memastikan pemindahan pasien dilakukan tanpa menimbulkan trauma sekunder. Kami ingin mempromosikan layanan PSC 119 agar masyarakat tahu bahwa jika terjadi kegawatdaruratan medis, mereka dapat segera menghubungi kami dan tim siaga desa akan siap berkolaborasi," tambahnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan driver ambulans desa dan kader kesehatan. Berdasarkan data undangan, sebanyak 10 desa di wilayah Kecamatan Kronjo mengirimkan masing-masing 4 orang perwakilan (2 orang *driver* dan 2 orang kader). Desa-desa tersebut meliputi Desa Kronjo, Desa Bakung, Desa Muncung, Desa Pagedangan Udik, Desa Pagedangan Ilir, Desa Peagenjahan, Desa Pasir, Desa Cirumpak, Desa Blukbuk, dan Desa Pasilian. Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh 4 orang staf ahli dari UPTD PSC 119 selaku instruktur. Adapun tim yang turun dr. Rizky, Perawat Annisa, Perawat Dwi, Driver Aulia. 

Dengan adanya sinergi yang kuat antara petugas ambulans desa, kader, dan tim PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, diharapkan angka fatalitas akibat keterlambatan penanganan darurat dapat ditekan semaksimal mungkin, sekaligus mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang lebih sehat, responsif, dan tangguh.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.