Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
08 Oct 2026 71 pembaca ADMIN PSC 119

Dukung Program TUNAS Bupati, UPTD PSC 119 Dinkes Kabupaten Tangerang Gelar Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar di Kecamatan Sindang Jaya

​TANGERANG — Dalam rangka mendukung implementasi program unggulan Bupati Tangerang di bidang kesehatan, yaitu Talenta Unggul Generasi Sehat (TUNAS)—khususnya penyediaan Mobil Siaga Desa dan Puskesmas Keliling Kelurahan—UPTD Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Masyarakat di Aula Kecamatan Sindang Jaya, Kamis (08/10/2026).  

​Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini ditujukan untuk meningkatkan dan menguatkan kompetensi seluruh stakeholder pengelola layanan ambulans desa/kelurahan serta para kader kesehatan. Peserta yang hadir terdiri dari pengemudi (driver) ambulans dan kader dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sindang Jaya, seperti Desa Sindang Panon, Desa Sindang Asih, Desa Sindang Jaya, Desa Sindang Sono, Desa Sukaharja, dan Desa Wanakerta.  

​Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sindang Jaya, Ibu Siti Nafsah, S.Tr.Keb., M.IP., yang hadir mewakili pihak Kecamatan Sindang Jaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif UPTD PSC 119 dalam mengedukasi jajaran pengelola ambulans desa dan kader agar memiliki kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat medis di wilayahnya masing-masing.

​Untuk membekali para peserta dengan keterampilan penanganan gawat darurat pra-fasilitas pelayanan kesehatan (pre-hospital care), UPTD PSC 119 menerjunkan tim kesehatan yang terdiri dari:

​dr. Rizky

​Perawat Yuli

​Perawat Annisa

​Driver Aulia

​Para petugas memberikan materi teori serta simulasi praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) serta penanganan awal pada kondisi henti jantung atau kegawatdaruratan lainnya.


​Tanggapan Kepala UPTD PSC 119 Dinkes Kabupaten Tangerang

​Secara terpisah, Kepala UPTD PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Dina Mailina, memberikan tanggapan yang bernuansa informatif, edukatif, dan promotif terkait pelaksanaan kegiatan ini:

​"Kejadian gawat darurat medis, seperti henti jantung mendadak, dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Dalam situasi kritis tersebut, menit-menit pertama atau 'golden period' sangat menentukan keselamatan jiwa seseorang sebelum bantuan medis tingkat lanjut tiba. Melalui kegiatan Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) ini, kami ingin memastikan bahwa para pengemudi ambulans desa dan kader kesehatan di tingkat tapak memiliki pengetahuan dasar serta keterampilan yang tepat untuk memberikan pertolongan awal secara cepat dan benar.

​Layanan Mobil Siaga Desa bukan sekadar sarana transportasi, melainkan bagian integral dari sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) di Kabupaten Tangerang. Dengan penguatan kapasitas ini, kami berharap para pengelola ambulans dan kader desa semakin percaya diri, responsif, dan edukatif dalam mengayomi masyarakat. Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan PSC 119 jika menemui kondisi kegawatdaruratan medis melalui hotline resmi kami. Mari bersama-sama kita wujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang tanggap, sehat, dan selamat."

​Melalui sinergi antara UPTD PSC 119, pemerintah kecamatan, kader desa, serta pengemudi ambulans, diharapkan penanganan kegawatdaruratan di tingkat desa/kelurahan dapat berjalan lebih optimal dan responsif demi keselamatan warga Kabupaten Tangerang.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.